Sebuah asumsi dapat membuyarkan harapan, entah aku yang terlampau berlebihan, seorang pengecut yang begitu sulit memulai apapun. Bukankah kita memulai semuanya dengan begitu sederhana?, Ya, akupun sama. Percuma berkeluh-kesah dengan keadaan, toh kita memiliki pemikiran dan perasaan yang begitu tak terduga. Tuhan memiliki rencana atas pertemuan kita, mungkin salah satunya agar hidupku bergerak tak lagi terpaku pada masa lalu. Terlalu berlebihan rasanya bila aku mengharap pertemuan ini dapat berlangsung sepanjang kehidupan, karena kita sama yang berbeda. Aku adalah apa yang kau tidak, dan kau adalah sebaliknya. hanya latar belakang yang memiliki sedikit kesamaan. Pertemuan singkat denganmu adalah anugerah, tak ada yang perlu ku sesali, aku hanya meminta izin denganmu untuk membawa sedikit kenangan yang terukir dalam cerita singkat ini, lalu kembali berjalan entah kemana sejauh kaki mampu melangkah. Jangan khawatir, di kejauhan aku akan selalu memperhatikan tiap langkahmu, memastika...
Angin malam berhembus, dingin menyertai langkahku meninggalkan tempat ini tempat dimana aku mulai bermimpi tempat dimana kau melukis tawaku tempat dimana kau dan aku tak lagi satu Masih teringat jelas langkah mungilmu menari dikepalaku, mengetuk palung hati yang terdalam, meninggalkan bekas tak terhapus, raga beranjak tapi hati tertinggal. aku ingin lebih lama lagi, aku ingin bertemu sejenak lalu menyampaikan kata rindu yang telah lama kupendam sendiri. Lagi-lagi aku gagal, harus ku urungkan niat ini. Menahan rindu lebih lama lagi, membunuh setiap rasa yang kembali mencoba hadir. Aku telah mati untuk raga yang masih bernyawa, setengahku telah kau bawa pergi bersama kenangan. Aku pergi tapi justru aku yang merasa ditinggalkan, hingga untuk menatapmu saja aku tak lagi memiliki keberanian. Andai memiliki kesempatan, aku ingin memelukmu erat sebelum beranjak pergi meninggalkan kota ini, aku akan berbagi banyak cerita denganmu tentang caraku menjalani hidup tanpamu, andai. Terimak...