Dalam langkah meraup asa memulai suatu awalan baru, gemerlap gemintang yang redup perlahan sirna berganti fajar yang menyingsing heningnya malam dengan mentari cerah penuntun arah tempat aku pulang. Diam, senyap, sunyi, dan gelap mulai terabaikan saat sepercik cahaya mulai menyongsong dipenghujung lorong kehampaan, entah apa yang terdapat di ujung sana, aku bahkan tidak dapat megetahuinya tanpa langsung menghampiri cahaya tersebut. Melihat keindahannya yang hanya dapat dirasakan oleh jarak namun sukar untuk diraih. Aku masih terperangah ditempat yang sama tak bisa bergerak manakala cahaya itu mulai terlihat dan hanya bisa sesekali meronta berusaha gapai dengan waktu yang tepat. Bilurku pun makin terasa kala imingan surga yang kau beri hanya berujung untuk duka, namun juangku masih terus berlanjut meskipun rindu terhalang sekat harap yang patah. Disudut senja kau kantongi mentari untuk dirimu sendiri, kau takut berjalan didalam gelap padahal kau tau aku tak akan melepaskan gengga...