Kepada, seseorang yang fotonya masih terpajang disudut dinding kamar kost ku, ingin rasanya kubuang, atau bahkan kumusnahkan, segala tentangmu ingin kusingkirkan. hahaha, tapi sialnya aku tak bisa. Mungkin ini adalah untuk kesekian kalinya aku tuliskan surat fiksi yang ku tujukan untukmu, entah kau membacanya atau tidak aku tak peduli. tak mengapa, ia memang tercipta seperti itu, aku senang melakukannya berulang-ulang tanpa harus kau mengetahuinya. Tak bermaksud menyinggungmu atau apapun, tapi aku hanya ingin bercerita. Aku tak ingin menyebut namamu dalam setiap tulisanku, maupun dalam setiap larik-larik puisi yang termaktub dikala hening, bagiku tak perlu nama karena semuanya jelas tertuju untukmu. Mungkin terbersit sedikit pertanyaan dalam benakmu kenapa aku masih terus sendiri untuk waktu selama ini, sama halnya denganku yang masih saja terus memperhatikanmu berganti pasang. Aku heran denganmu. apa yang kau cari?, Yang ku tau sekarang kau sudah lagi berganti pendampi...