Di suatu senja kembali mengingatkanku tentang sebuah perjumpaan kita yang terkesan sederhana, aku yang saat itu terlambat masuk kesalah satu ruangan kelas dimana saat itu mengharuskan ku untuk duduk canggung tak berbaris tepat disebelahmu yang juga duduk bersebelahan dengan teman gendutku. Tak banyak yang kita bicarakan, aku hanya menanyakan waktu untuk sekedar berbasa basi tanpa menyulurkan tangan tanda sebuah perkenalan. Kemudian, pertemanan kita terjalin secara alami seperti layaknya pertemanan pada umumnya, hari demi hari kita lalui dengan biasa, tak ada yang aneh, kita tak saling memiliki rasa yang memang seharusnya tak pernah terjadi. Sampai pada suatu ketika untuk jarak waktu yang cukup lama rasa itu muncul, hal yang berada diluar nalarku, yang tak pernah aku bayangkan untuk memilikinya, entah kapan hal itu terjadi aku bahkan tak dapat mengingat dengan pasti kapan pertama kali aku menyukaimu yang kutahu hingga saat ini aku masih menyukaimu dan belum punah. Tahuka...