Terdiam diantara hampa dan kepenatan, merebah dikala luka namun eggan disembuhkan.
Dari sekian banyak gemintang yang bertebaran diangkasa ada satu yang paling bersinar dan ku ibaratkan itu adalah engkau sebagai sebuah pengharapanku.
Beberapa hal tampak sederhana, tapi sering kali dibuat rumit. Aku baik-baik saja dengan atau tanpamu, bahkan sebelum mengenalmu aku adalah seorang periang yang enerjik dengan kesenangan yang buram meski sebagian orang menganggapnya sebagai lembah perusak. Lalu berproses denganmu mengubah aku menjadi orang yang sedikit pasif, lamban dan menjadi pribadi yang lebih tenang, jauh bertentangan dengan karakter aku yang sebelumnya.
Kini kisah kita sudah seperti memasuki fase jeda, atau bahkan berakhir?, tanpa ada yang tersisa melainkan aku yang telah menjadi abu, dan kau berlalu. Tahun berlalu dan masih menunggu orang sama bukanlah waktu yang singkat untuk dikatakan berpasrah diri, berdiri sendiri disuatu ruang kosong, tak berarah, dan diam. Tak melirik kemanapun, dan tatapan masih tertuju pada bekas jejak langkahmu yang telah pergi.
Bukannya tak ingin pulang, hanya saja rumah tampak menyebalkan
Bukannya tak bisa beranjak, hanya saja tak ingin
Bukan pula tak bisa berpaling, hanya saja tak ingin
Tak ingin, tak ingin, dan tak ingin.
Semua ketidak inginanku untuk benar-benar membiarkanmu berjalan sendiri, aku sekarang mengawasimu dari kejauhan meski kau tak mengetahuinya (mengetahui namun tak peduli). Lalu berkamuflase menjadi tidak peduli untuk benar-benar memperhatikanmu daripada sebelumnya.
Jadi, sampaikanlah hatimu pada pemahaman rasa yang konservatif, sehingga tampak kejernihan yang kan membuatmu tersadar, harusnya kau mulai bisa menyadari bahwa arah yang kau pilih adalah salah, yang mungkin akan membawamu tersesat atau bahkan hancur.
Kau hanya perlu terima tanpa perlu memahami dan tak harus berpikir; kembali lagi ke persoalan sederhananya yang begitu mudah diucap namun sukar dilakukan.
Singkat kata bagiku kau terlalu indah untuk menjadi nyata, namun selama hidup terus berjalan masih banyak kemungkinan besar yang akan datang dan mungkin pula kau salah satu kemungkinan besar itu.
"Ruang kosong adalah aku, sebelum dan setelah kau hadir"
Komentar
Posting Komentar