Aku ingin berbicara banyak denganmu, bercerita tentang bagaimana aku menghabiskan waktuku selama ini dengan mencintaimu tanpa bersamamu. Tapi entahlah, seketika rasa itu datang dan pada saat itu pula aku harus membunuhnya setiap saat.
Aku ingin berbagi banyak hal denganmu namun pada kenyataannya aku tak pernah bisa menyentuh palung hatimu, dan satu hal yang baru ku sadari kau tak pernah ada untukku bahkan sekeras apapun aku berusaha untukmu tak pernah terbesit dihatimu untuk mencoba peduli. Kau begitu asik dengan duniamu hingga luput untuk menyadari arti dari mencintai dan dicintai.
Kadang aku cuma berpikir mengapa tuhan menciptakan rasa ku untukmu yang bahkan sampai sekarang aku belum mengetahui maknanya, apa arti dari semuanya seolah aku tak bisa membuka mataku untuk melihat dunia luar melainkan hanya terpatri padamu.
Kau layaknya sebuah ilusi yang kuciptakan yang pada kenyataannya tidak pernah bisa ku raih. Kau bisa datang kepadaku kapanpun kau suka sementara aku hanya bisa datang ketika kau menginkan membuka diri untuk sesaat lalu kemudian menghilang.
Aku hanya bisa bercerita dan berbagi kepada sang malam manakala hanya ia yang dapat mendengarkan dan menuntunku berkata jujur tentang semuanya, manakala hanya ia dan keheningannya yang setia menemaniku berkeluh kesah saat mengingatmu.
Kadang kala aku begitu optimis dan bersemangat dalam memperjuangkanmu dan kadangkala pula aku begitu putus asa dan kehilangan semangat untuk semuanya. Sampai pada akhirnya aku mulai terpikir untuk benar benar menjauh dari kehidupanmu dan mulai melanjutkan hidup dengan caraku sendiri.
SELAMA KAU BAHAGIA DENGAN HIDUPMU, MAKA SELAMA ITU PULA AKU KAN BAIK-BAIK SAJA.
mey.
Komentar
Posting Komentar