Ada beberapa hal yang menuntunku pada sadar. Ya, mengerti tentang sebuah rasa yang tak semesti dilanjutkan, sikapmu terkadang begitu kejam,begitu abstrak yang juga samar, dikejauhan kau adalah lirih bagiku yang setiap saat selalu hadir dikala hening, dan kali ini kau benar-benar memukulku untuk mundur, tapi sekali lagi hatiku keras kepala.
Begitu mahal rasa kepedulian yang kau miliki atau begitu miskin aku untuk menebusnya. Aku tak mengerti, bahkan waktu tahunan seakan tak mampu membawaku pada sebuah pemahaman tentangmu. Kita adalah dua orang asing meski pada kenyataan saling berhubung; Aku lelah untukmu tapi entah mengapa langkah selalu saja berhasil membawaku padamu, enggan berhenti meski kau terus berlari menjauh.
Aku adalah rumah yang tak ingin kau tempati, bahkan terkesan ingin kau hancurkan. Kau dapat menghancurkan dalam sekejap, pun demikian dalam membenahi. Mungkin aku tak akan pernah hadir pada bagian menyenagkan dalam episode hidupmu melainkan hanya pada bagian nelangsa. Sekarang sepertinya sudah cukup, sudah terlalu lama aku mingikuti jejak langkahmu, izinkan aku beristirahat sejenak, bukan berhenti.
Tenang saja, kau sama sekali tidak akan kehilangan semua perhatian dan segala rasa, kali ini aku hanya akan menyembunyikannya lebih rapi lagi.
Dikejauhan aku akan senantiasa memperhatikanmu, menopangmu disaat terjatuh, mengusap air matamu disaat tangis, dan mendoakanmu agar selalu baik-baik saja. Badut sepertiku mungkin sudah terlalu membosankan untukmu, kini biarlah semesta yang menuntunmu mengarah pada sesuatu yang sudah digariskan entah kembali atau berlalu.
"Mencintai adalah tentang keikhlasan, bukan mengikuti ego dengan memaksakan kehendak agar tampak selaras".
Komentar
Posting Komentar