Langsung ke konten utama

12 MEI

Seiring waktu berjalan, banyak hal yang sudah terlewati dan berubah. silih bergantinya orang yang orang yang mengisi kehidupanmu hingga suatu ketetapan yang telah kupilih dengan menuggumu. Aneh rasanya saat dulu kita hanya berteman biasa sampai pada suatu ketika rasa yang tak pernah ku inginkan tumbuh yang membuat semuanya berubah  dan agak menjadi canggung, "aku mencintaimu" dan aku yakin itu tidak akan berubah.
Aku menikmati prosesnya bahkan disaat kau tak pernah berpikir  untuk mencobaku, saat kau melewatkanku, saat kau berpikir bahwa segala tentangku telah usai. Dan sekian lama telah berlalu aku masih menjadi orang yang sama untukmu. Sebuah rasa yang tidak bisa ku bendung, bukan tentang kebahagiaan diluar sana yang tak bisa ku temui tanpamu melainkan keingin dari lubuk hatiku yang paling dalam untuk bisa bahagia bersamamu.
Tapi tenang aku tidak akan lebih jauh lagi, aku tidak mungkin mengganggu kehidupanmu saat ini. Aku sudah selesai dengan caraku yang lama, kini kau bisa menjalani hidupmu tanpa adanya  aku sebagai cameo seperti biasanya. aku hanya memberikan jeda sembari berusaha memperjuangkanmu dengan cara memantaskan diriku karena aku memiliki keyakinan bahwa kelak kita akan bersama. :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sama Yang Berbeda

Sebuah asumsi dapat membuyarkan harapan, entah aku yang terlampau berlebihan, seorang pengecut yang begitu sulit memulai apapun. Bukankah kita memulai semuanya dengan begitu sederhana?, Ya, akupun sama. Percuma berkeluh-kesah dengan keadaan, toh kita memiliki pemikiran dan perasaan yang begitu tak terduga. Tuhan memiliki rencana atas pertemuan kita, mungkin salah satunya agar hidupku bergerak tak lagi terpaku pada masa lalu. Terlalu berlebihan rasanya bila aku mengharap pertemuan ini dapat berlangsung sepanjang kehidupan, karena kita sama yang berbeda. Aku adalah apa yang kau tidak, dan kau adalah sebaliknya. hanya latar belakang yang memiliki sedikit kesamaan. Pertemuan singkat denganmu adalah anugerah, tak ada yang perlu ku sesali, aku hanya meminta izin denganmu untuk membawa sedikit kenangan yang terukir dalam cerita singkat ini, lalu kembali berjalan entah kemana sejauh kaki mampu melangkah. Jangan khawatir, di kejauhan aku akan selalu memperhatikan tiap langkahmu, memastika...

Sudut senyap

Kau mungkin sudah melupa, tapi aku tidak Kau mungkin menganggapnya sirna, tapi bagiku ini semua adalah tunda Kisah kita terlalu singkat, namun kurasa cukup indah Terasa lamban bagiku untuk bergerak setelah beranjak jauh darimu. Malam-malamku masih sering kau usik dengan lirih yang selalu terngiang, semacam repitisi yang senang kulakukan untuk menjadikanmu bait aksara. Ada senyap, tenang, dan sepi yang selalu setia menemaniku mengenangmu, semacam zat adiktif yang sangat kubutuhkan. Hei, kemari. Ayo kita lanjutkan bagian dari kisah kita yang belum usai, akan ku ajak kau kesebuah dimensi yang akan kau senangi, dimana tidak akan ada sedih dan air mata yang menghampirimu, akan ku ajari kau cara tertawa, cara percaya, cara berproses yang selalu membuatmu gembira. Hanya kau dan aku. Aku takkan kemana, masih disini di tempat yang ku sebut sebagai peristirahatan, jika kau merasa mulai lelah dengan langkahmu, maka temui aku disini, di tempat aku melepasmu dulu. Aku akan memapa...

Stagnasi nelangsa

Ada beberapa hal yang menuntunku pada sadar. Ya, mengerti tentang sebuah rasa yang tak semesti dilanjutkan, sikapmu terkadang begitu kejam,begitu abstrak yang juga samar, dikejauhan kau adalah lirih bagiku yang setiap saat selalu hadir dikala hening, dan kali ini kau benar-benar memukulku untuk mundur, tapi sekali lagi hatiku keras kepala. Begitu mahal rasa kepedulian yang kau miliki atau begitu  miskin aku untuk menebusnya. Aku tak mengerti, bahkan waktu tahunan seakan tak mampu membawaku pada sebuah pemahaman tentangmu. Kita adalah dua orang asing meski pada kenyataan saling berhubung; Aku lelah untukmu tapi entah mengapa langkah selalu saja berhasil membawaku padamu, enggan berhenti meski kau terus berlari menjauh. Aku adalah rumah yang tak ingin kau tempati, bahkan terkesan ingin kau hancurkan. Kau dapat menghancurkan dalam sekejap, pun demikian dalam membenahi. Mungkin aku tak akan pernah hadir pada bagian menyenagkan dalam episode hidupmu melainkan hanya pada bagian nela...